x

Bupati Melawi Prihatin dan Beri Bantuan, Tinjau Langsung Lokasi Pasca Kebakaran di Pinoh

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 08:05 8 Wisnu

NANGA PINOH, thepostkota.online – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, meninjau langsung lokasi pascakebakaran hebat yang melanda kawasan padat pemukiman dan pertokoan di Jalan Merak, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kamis (29/10/2026).

Didampingi jajaran Kepala Perangkat Daerah dan tokoh masyarakat setempat, Bupati menyisir puing-puing bangunan untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan cepat dan tepat.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (28/10/2026) dini hari sekira pukul 03.24 WIB. Kobaran api dengan cepat merambat dan merusakkan sedikitnya 56 unit bangunan, yang mencakup rumah tinggal, ruko, gudang pertokoan, warung kopi, salon, hingga rumah makan.

Di lokasi kejadian, Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya. Ia menyebut insiden ini sebagai salah satu musibah kebakaran terbesar di Kabupaten Melawi sepanjang tahun 2026.

“Tentu saya merasa sangat prihatin. Kebakaran ini merupakan yang kedua terbesar di tahun 2026 ini, apalagi terjadi di tengah-tengah situasi kita yang juga sedang menghadapi Karhutla,” ujar Dadi Sunarya saat diwawancarai di lokasi.

Bupati menjelaskan, kerapatan bangunan menjadi salah satu faktor cepatnya api membesar dan meluas.

“Di sini lokasinya memang sangat padat, rata-rata ruko yang juga difungsikan sebagai tempat tinggal, pertokoan pasar, dan gudang-gudang usaha,” tambahnya.

Guna meringankan beban para korban terdampak, Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa 3 ton beras.

Tak hanya logistik pangan, Pemkab Melawi juga menjamin penuh fasilitas pelayanan kesehatan bagi seluruh korban yang mengalami gangguan kesehatan atau trauma akibat kebakaran.

“Saya sudah memberikan arahan, bagi korban yang mengalami gangguan kesehatan, silakan langsung berobat ke Puskesmas maupun RSUD Melawi. Seluruh biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Melawi,” tegas Bupati.

Menanggapi pertanyaan terkait kejelasan status lahan dan dokumen warga yang ikut terbakar, Bupati mengungkapkan bahwa mayoritas lahan di lokasi tersebut berstatus Hak Milik.

“Rata-rata status tanah di sini sudah Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun tentu akan kita cek kembali secara mendalam,” jelasnya.

Pemkab Melawi bersama MABT Melawi juga telah membuka posko khusus untuk membantu pendataan serta pengurusan ulang surat-surat berharga yang hangus terbakar.

“Banyak surat-surat penting warga yang pasti habis terbakar. Oleh karena itu, kita buka posko bersama MABT untuk mendata dan membuat sketsa lokasi ruko serta tempat tinggal warga. Kita ingin memastikan proses administratif dan pemulihan pascabencana ini berjalan lancar,” pungkas Dadi Sunarya.
(Mursalin/Nus)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x