x

10 Hektar Sawah di Blok Tenjolayar Desa Rajasinga Akan Tercukupi Air, Adanya Rehabilitasi Saluran Irigasi Tersier

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 13:25 116 Wisnu

Indramayu, The Poskota.Online – Dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian, Proyek pembangunan, pemeliharaan saluran irigasi Tersier Tenjo layar Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikerjakan sesuai spek.

Proyek pembangunan saluran irigasi yang dikerjakan oleh Kelompok Tani, KOMPAK KARSA yang bersumber dari dana APBN tahun 2026 dengan nilai kontrak Rp.100.000.000, kata ketua kelompok Tani, KOMPAK KARSA, Selasa (14/4), saat dikonfirmasi, di rumahnya terkait proyek yang dikerjakan.

Dengan demikian saluran irigasi yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir mengairi sawah 10 Hektar, sawah-sawah milik petani,” tutur Adi. Diharapkan dengan meningkatnya produktivitas pertanian, juga dapat membantu pemulihan ekonomi sebelum-sebelumnya.

Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi Tersier di Tenjo Layar Desa Rajasinga yang rusak kini telah dilakukan Rehabilitasi saluran irigasi yang kokoh dan terstruktur, diharapkan distribusi air ke sawah-sawah warga dapat lebih lancar dan efisien. Hal ini akan berdampak positif pada hasil panen dan kesejahteraan para petani. “Agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang optimal.

Proses Pembangunan Irigasi tersebut dipantau secara berkala oleh pihak dinas, wartawan dan LSM, memiliki peran penting dalam memastikan transparansi, efektivitas, dan kualitas dari proyek pembangunan yang dilakukan sehingga manfaat bangunan bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang tambah Adi.

Warga petani merasa gembira dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui dinas terkait dan ketua kelompok Tani KOMPAK KARSA, kami sangat bersyukur atas kehadiran pembangunan saluran irigasi dengan kualitas yang bagus. merasa senang dengan adanya program ini, karena mereka yakin kebutuhan para petani untuk sarana pengairan persawahan sudah terjawab, sehingga kami nilai program ini dapat mendongkrak peningkatan para petani, imbuhnya.

Hal senada diakui Raksa Bumi Agus yang mengungkapkan, memang selama ini keluhan para petani masalah pengairan, apalagi pada saat saluran irigasi terhambat dengan adanya pendangkalan hingga tertimbun longsor, dan minimnya debit air yang masuk ke areal persawahan, sehingga ada beberapa sawah yang kekeringan. “Nah dengan adanya irigasi penambahan areal tanam ini, mereka yakin sawah yang tadinya sudah dijadikan lahan kebunpun bisa aktif kembali menjadi persawahan,” beber mereka. (Toy)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x