x

Rakerda 2026, Pemuda Muhammadiyah Tangsel Tegaskan Tak Cukup Hanya Bertumbuh, Gerakan Harus Mengakar

waktu baca 6 menit
Selasa, 27 Okt 2026 14:09 40 Wisnu

TANGERANG SELATAN, ThePoskota.Online-— Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan menggelar pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan, Minggu (25/10). Mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Kota Tangerang Selatan Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen Pemuda Muhammadiyah untuk memperluas kaderisasi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PDPM Kota Tangerang Selatan Hafiz Juliansyah, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Maria Teresa Suhardja, Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Banten Endang Herdiana, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan Zaky Anshari. Turut hadir Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid, Ketua KPU Kota Tangerang Selatan M. Taufiq MZ, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2018–2022 Sunanto, serta jajaran pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah dan kader Pemuda Muhammadiyah se-Kota Tangerang Selatan.

Ketua PDPM Kota Tangerang Selatan Hafiz Juliansyah menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang untuk mengevaluasi gerakan dan merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah perlu terus meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperluas kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Selain itu Hafiz Juliansyah juga menyampaikan, ​Kombinasi antara sifat ‘Bertumbuh’ dan ‘Mengakar’ inilah yang akan melahirkan profil kader Pemuda Muhammadiyah yang matang: berwawasan luas, berpikiran modern, namun tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan berakhlak mulia.
​Untuk mewujudkan Kota Tangerang Selatan Berkemajuan, kita menyadari bahwa Muhammadiyah tidak bisa berjalan sendirian. Kolaborasi adalah kunci utama. Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dunia usaha, akademisi, serta elemen civil society lainnya adalah mitra strategis kita dalam merajut harmoni dan kemajuan daerah.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Maria Teresa Suhardja turut menyoroti pentingnya sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga legislatif. Keterlibatan pemuda dinilai penting dalam menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan publik, dan memastikan pembangunan daerah berjalan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Pemuda harus menjadi bagian dari proses pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton. Gagasan dan partisipasi generasi muda perlu mendapat ruang agar dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan Kota Tangerang Selatan,” demikian pokok pesan yang disampaikan Maria.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Banten Endang Herdiana menekankan bahwa tanggung jawab Pemuda Muhammadiyah tidak terbatas pada penguatan kader di lingkungan organisasinya sendiri. Pemuda Muhammadiyah juga perlu mengambil peran dalam merangkul, mendampingi, dan membina kader-kader muda di lingkungan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta organisasi otonom Muhammadiyah lainnya.

Menurut Endang, kaderisasi harus dikembangkan secara lebih luas dan inklusif, tanpa membatasi kesempatan seseorang untuk tumbuh dan berkontribusi berdasarkan latar belakang tertentu. Dengan demikian, proses kaderisasi dapat menjadi ruang bersama untuk membangun kapasitas, memperkuat persaudaraan, dan menyiapkan generasi penerus persyarikatan.

“Pemuda Muhammadiyah harus mampu merangkul dan membina adik-adik kita di IPM, IMM, dan organisasi otonom lainnya. Kaderisasi juga harus diperluas dan terbuka bagi siapa pun yang memiliki kemauan untuk belajar, berkembang, dan berjuang bersama. Kita perlu membangun proses kaderisasi yang inklusif agar semakin banyak generasi muda mendapat ruang untuk berkontribusi,” demikian inti pesan Endang dalam sambutannya.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengapresiasi peran organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi untuk menghadirkan gagasan baru, memperluas partisipasi publik, dan membangun kolaborasi yang mendukung pembangunan inklusif serta berkelanjutan.

“Pembangunan Kota Tangerang Selatan membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki gagasan, kepedulian, dan kemauan untuk mengambil peran. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang semakin maju dan berkemajuan,” demikian substansi pesan yang disampaikan Pilar.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan Zaky Anshari, yang memberikan arahan sekaligus membuka rangkaian Rakerda, mengingatkan pentingnya meneguhkan kepribadian Muhammadiyah dalam diri setiap kader. Penguatan identitas, nilai, dan karakter Muhammadiyah perlu menjadi fondasi bagi kader dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun pengabdian di tengah masyarakat.

Menurut Zaky, pertumbuhan organisasi harus berjalan beriringan dengan penguatan kepribadian Muhammadiyah. Kemampuan kader untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman perlu disertai pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai persyarikatan, sehingga gerakan yang dibangun tetap memiliki arah dan karakter yang jelas.

“Pemuda Muhammadiyah harus terus bertumbuh dan mengembangkan perannya, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri. Kepribadian Muhammadiyah perlu terus diteguhkan agar setiap langkah dan pengabdian kader tetap berpijak pada nilai-nilai persyarikatan serta memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” demikian pokok arahan Zaky.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Studium Generale bertajuk “Peran Pemuda Muhammadiyah dalam Proses Penyelenggaraan Demokrasi di Kota Tangerang Selatan”. Forum ini menghadirkan Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid, Ketua KPU Kota Tangerang Selatan M. Taufiq MZ, serta Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2018–2022 Sunanto. Diskusi dipandu oleh Alvin Esa Priatna.

Dalam pemaparannya, Abdul Rasyid menyoroti pentingnya partisipasi politik pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi. Keterlibatan generasi muda, menurutnya, tidak cukup berhenti pada pelaksanaan hak pilih, tetapi juga perlu diwujudkan melalui pengawasan kebijakan, penyampaian aspirasi, dan keterlibatan dalam kehidupan publik.

“Demokrasi tidak berhenti pada proses pemungutan suara. Partisipasi masyarakat, pengawasan, dan keberanian menyampaikan aspirasi juga diperlukan agar kebijakan publik tetap memperhatikan kepentingan masyarakat,” demikian pokok gagasan yang disampaikan Abdul Rasyid.

Ketua KPU Kota Tangerang Selatan M. Taufiq MZ menekankan pentingnya literasi politik dan pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas demokrasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, pemuda perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa kebenaran informasi, bersikap kritis, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab.

“Pemuda harus cerdas secara politik, kritis terhadap informasi, dan ikut menjaga kualitas demokrasi. Partisipasi yang berkualitas membutuhkan pemahaman serta tanggung jawab bersama untuk mewujudkan proses demokrasi yang berintegritas,” demikian inti pemaparan

Sementara itu, Sunanto atau yang akrab disapa Cak Nanto, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2018–2022, mengingatkan bahwa gerakan kepemudaan harus tetap dekat dengan realitas sosial. Pertumbuhan organisasi perlu disertai keberanian kader untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan masyarakat, memperjuangkan keadilan sosial, dan mendorong kemandirian ekonomi.

“Pemuda Muhammadiyah tidak boleh hanya sibuk membesarkan organisasinya sendiri. Kita harus hadir di tengah masyarakat, memahami persoalannya, dan ikut menghadirkan perubahan. Jika ingin bertumbuh, kita harus terus belajar; jika ingin mengakar, kita harus tetap dekat dengan umat dan masyarakat,” demikian substansi pesan yang disampaikan Sunanto.

Melalui Rakerda 2026, PDPM Kota Tangerang Selatan berharap dapat menghasilkan rumusan program kerja yang aplikatif, memperkuat kaderisasi lintas organisasi otonom, serta memperluas kontribusi Pemuda Muhammadiyah dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. Rangkaian Rakerda dijadwalkan berlanjut pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di kawasan Puncak, Bogor, sebagai forum konsolidasi dan perumusan agenda kerja organisasi.

Semangat “Bertumbuh dan Mengakar untuk Kota Tangerang Selatan Berkemajuan” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi orientasi gerakan dalam memperkuat kepribadian Muhammadiyah, memperluas ruang kaderisasi, dan membangun kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, Pemuda Muhammadiyah Tangsel dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati diri serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Tangerang Selatan.

Penulis Syarief’95

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x