x

Perkuat Pertahanan Riau, Menteri Pertahanan Menhan Sjafrie Cek Pembangunan Dua Batalyon Baru

waktu baca 2 menit
Minggu, 9 Agu 2026 02:54 57 Wisnu

PEKANBARU ,ThePoskota.Online-Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026). Kedatangan pucuk pimpinan Kementerian Pertahanan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pertahanan wilayah melalui peninjauan langsung progres pembangunan dua Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di bawah jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Kedua pangkalan militer yang menjadi target peninjauan tersebut adalah markas Yonif TP 952/Imam Bulqin yang berlokasi di Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, serta Yonif TP 898/Pancalang Cakti di kawasan Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

Tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, kedatangan Menhan didampingi oleh rombongan petinggi militer. Di antaranya adalah Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kabaloghan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, serta sejumlah pejabat utama Kementerian Pertahanan RI.

Rombongan disambut langsung dengan prosesi penghormatan militer oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai beserta jajaran. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Irdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Tri Aji Sartono, dan Danlanal Dumai Kolonel Laut Kusumaji. Usai prosesi, Sjafrie beserta rombongan langsung bertolak menuju lokasi pembangunan batalyon.

Pertahanan dan Pengabdian Rakyat

Di sela-sela peninjauannya, Sjafrie menekankan bahwa pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan ini merupakan strategi khusus guna merespons tantangan sistem pertahanan negara di masa depan. Ia memaparkan bahwa para prajurit yang ditempatkan di satuan ini tidak hanya dituntut mahir dalam pertempuran, tetapi juga harus mampu membaur dan membantu kehidupan sosial warga sekitar markas.

“Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya dipersiapkan sebagai satuan tempur yang profesional, tetapi juga sebagai kekuatan yang hadir bersama masyarakat. Prajurit harus memiliki kemampuan bertempur yang andal sekaligus mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah,” urainya.

Dalam arahannya secara khusus kepada para prajurit Yonif TP 952/Imam Bulqin, ia mengingatkan pentingnya memegang teguh nilai dasar keprajuritan sebagai bekal utama dalam mengemban tugas negara.

“Profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus menjadi fondasi utama setiap prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Sjafrie juga memastikan bahwa fokus penguatan sistem pertahanan negara saat ini tidak hanya bertumpu pada kelengkapan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesiapan operasional satuan di daerah, imbuhnya, menjadi faktor yang sama pentingnya untuk menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Tim..reed..77 ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x