x

Cegah penipuan, Pemkot Tangsel beri pendampingan Bagi Para pekerja migran

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Jul 2026 06:38 35 Wisnu

Tangsel,ThePoskota.Online-
Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten memberikan pendampingan bagi warga yang mengikuti program pelatihan hingga penempatan kerja ke luar negeri guna melindungi dari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) maupun penipuan tenaga kerja.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Tangsel, Senin mengatakan kolaborasi antara PT Dwi Tunggal Jaya Abadi dan Universitas Ichsan Satya (UIS) yang menghadirkan program penempatan kerja ke luar negeri membuka peluang kerja internasional bagi masyarakat.

“Ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja internasional sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan. Pemkot Tangsel juga siap memberikan pendampingan agar tak ada risiko ke depannya,” kata Wali Kota Benyamin saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan pembukaan pelatihan kerja ke luar negeri di Galeri UMKM Tangerang Selatan.

Baca juga: Wawali Maryono : KUR bagi pekerja migran cegah pembiayaan berisiko

Benyamin mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Kota Tangerang Selatan yang kompeten dan berdaya saing global, sekaligus menekan angka pengangguran dan membuka peluang kerja internasional bagi masyarakat.

Tim Kerja Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pekerja Migran (PKP2M) Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan juga telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap tiga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang legal dan berkantor di Tangerang Selatan.

Program ini turut diperkuat melalui nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dalam membangun jejaring kelas industri bersama sejumlah SMK. Hingga saat ini, sosialisasi program telah menjangkau seluruh 78 kelurahan di Kota Tangerang Selatan.

Baca juga: Disnaker Lebak berangkatkan 170 pekerja migran ke sejumlah negara

Selain itu, website khusus pendaftaran juga tengah disiapkan agar calon pekerja migran dapat memilih perusahaan penempatan secara mandiri dan transparan.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga sedang menyusun regulasi daerah untuk memfasilitasi dukungan pembiayaan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran,” katanya.

Perlu diketahui program ini melalui tiga tahapan utama yakni dilatih, disertifikasi, dan bekerja. Pada tahap awal, sebanyak 69 pendaftar telah direkrut dan saat ini sedang menjalani proses verifikasi.

Pelatihan bahasa Jepang dan bahasa Inggris dijadwalkan dimulai pada awal pekan depan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pengurusan paspor, hingga pengajuan visa.

Sektor kesehatan dan perhotelan (hospitality) menjadi prioritas program ini karena memiliki permintaan tenaga kerja tertinggi di pasar kerja internasional.

“Peserta dibekali keahlian teknis, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya negara tujuan. Kurikulum dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan nyata di pasar kerja global,” ujar Benyamin.

Farhat Muhidin…reed..77..tim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x