x

Hama Beruk Liar Serang Tanaman Petani di Talang Lindung, Kerugian Capai Jutaan Rupiah

waktu baca 2 menit
Minggu, 23 Agu 2026 07:21 211 Wisnu

Sungai Penuh, Thepostkota.online — Petani di kawasan Pematang Kna, Dusun Tebat Gedang, Desa Talang Lindung, menghadapi persoalan serius akibat serangan kawanan Beruk liar yang merusak berbagai tanaman pertanian milik masyarakat.

Serangan hama tersebut membuat sejumlah petani mengalami kerugian cukup besar. Berbagai tanaman, mulai dari ubi hingga kacang tanah, dirusak bahkan dicabut dan dimakan sebelum memasuki masa panen.

Salah seorang petani, Bil Alfat, mengaku sangat dirugikan akibat serangan kawanan Beruk yang diduga berasal dari kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

“Untuk tahun ini boleh dikatakan tidak ada yang bisa dipanen. Ubi yang saya tanam baru berumur sekitar tiga bulan, semuanya ludes dicabut dan dirusak,” ujar Bil Alfat.

Menurutnya, dalam kondisi normal, hasil panen ubi tersebut dapat memberikan pemasukan sekitar Rp4 juta hingga Rp6 juta. Namun, akibat serangan monyet, tanaman yang diharapkan menjadi sumber pendapatan tersebut gagal dipanen.

Tidak hanya tanaman ubi, tanaman kacang tanah milik petani juga mengalami nasib serupa. Kerusakan terjadi berulang kali sehingga petani kesulitan mempertahankan tanaman hingga masa panen.

Warga menyebut kawanan Beruk biasanya masuk ke ladang ketika petani tidak berada di lokasi. Serangan kerap terjadi pada pagi hari sebelum petani tiba di ladang, serta sore hari setelah para petani meninggalkan lahan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin resah. Bahkan, sejumlah petani menilai gangguan Beruk liar saat ini lebih merugikan dibandingkan serangan hama babi yang selama ini juga menjadi persoalan bagi petani.

Masyarakat petani Desa Talang Lindung berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari pihak terkait, khususnya petugas TNKS, untuk menangani keberadaan kawanan Beruk liar yang turun ke kawasan perkebunan warga.
Petani berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

Mereka meminta dilakukan penanganan yang aman dan sesuai ketentuan, sehingga aktivitas pertanian warga dapat kembali berjalan tanpa terus dihantui kerusakan tanaman.

Kerugian petani akibat serangan Beruk tersebut hingga kini belum dihitung secara keseluruhan. Namun, gagal panen pada tanaman yang telah dirawat selama berbulan-bulan menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari hasil ladang. (TN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x