x

BAZNAS Kota Tangerang Berhasil Himpun ZIS Rp16,5 Miliar, Sekaligus Raih Indeks Zakat Tertinggi di Banten

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Jul 2026 10:39 42 Wisnu

TANGERANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp16,5 miliar sepanjang Semester I 2026. Nilai tersebut sudah mencapai sekitar 70 persen dari target tahunan sebesar Rp23,7 miliar.

Selain mencatat penghimpunan yang tinggi, Kota Tangerang juga meraih skor Indeks Zakat Nasional (IZN) 8,7. Capaian itu menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten sekaligus menempatkan Kota Tangerang di peringkat kedua secara nasional.

Wakil Ketua BAZNAS Kota Tangerang Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan sekaligus Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Danni Budianto, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan target kinerja yang disusun melalui rapat koordinasi BAZNAS tingkat provinsi hingga nasional.

Menurutnya, target tersebut menjadi acuan bagi seluruh organisasi untuk meningkatkan penghimpunan dan penyaluran zakat secara lebih efektif.

Tren penghimpunan ZIS di Kota Tangerang juga terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Nilainya naik dari Rp6,1 miliar pada 2021 menjadi Rp7,6 miliar pada 2022, kemudian melonjak menjadi Rp17,8 miliar pada 2023, Rp18,1 miliar pada 2024, dan Rp22,1 miliar pada 2025. Tahun ini, BAZNAS menargetkan penghimpunan mencapai Rp23,7 miliar.

Indeks Zakat Masuk Sistem Pembangunan Daerah

Danni menjelaskan, mulai 2026 pemerintah mengintegrasikan Indeks Zakat Nasional (IZN) ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Integrasi tersebut memungkinkan data zakat menjadi salah satu indikator pembangunan dalam RPJMD.

“Hasil pengukuran IZN yang dipublikasikan pada Maret 2026 menunjukkan Kota Tangerang memperoleh skor 8,7 dengan kategori sustainable. Nilai ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten dan peringkat kedua secara nasional,” kata Danni dalam public expose di Aula MUI Kota Tangerang, Rabu (22/7/2026).

Selain penghimpunan dalam neraca sebesar Rp16,5 miliar, BAZNAS Kota Tangerang juga mencatat penghimpunan off balance sheet sebesar Rp251,3 miliar, melampaui target Rp250 miliar.

Penghimpunan on balance sheet didominasi zakat fitrah senilai Rp7,8 miliar, disusul zakat ASN Rp2,2 miliar, zakat non-ASN Rp1,1 miliar, serta infak Rp3,9 miliar. Sebagian besar infak berasal dari bantuan kemanusiaan untuk Palestina dan korban bencana di Sumatra.

Penyaluran Capai 89,9 Persen

Dari sisi penyaluran, BAZNAS Kota Tangerang mencatat Allocation to Collection Ratio (ACR) sebesar 89,9 persen, melampaui standar kategori baik yang berada di atas 80 persen.

Hingga Semester I 2026, BAZNAS telah menyalurkan Rp14,9 miliar kepada 35.987 mustahik melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan.

Di bidang tata kelola, BAZNAS Kota Tangerang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015, serta memastikan seluruh amil tetap memiliki sertifikat kompetensi dari BNSP.

Sepanjang 2025, lembaga tersebut juga memperoleh tujuh penghargaan dari BAZNAS RI pada Rapat Koordinasi Nasional.

Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, mengapresiasi capaian BAZNAS Kota Tangerang. Menurutnya, keberhasilan tersebut layak menjadi contoh bagi daerah lain.

“Capaian ini luar biasa. Kota Tangerang mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk berzakat. Nilai Indeks Zakat Nasional yang menjadi tertinggi di Banten dan kedua secara nasional menunjukkan lompatan prestasi yang sangat baik,” ujarnya.

Wawan juga mendorong BAZNAS Kota Tangerang memperluas publikasi melalui media massa dan kanal pemerintah daerah agar keberhasilan tersebut dapat menjadi referensi bagi pengelolaan zakat di daerah lain.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x